5 Negara Paling Banyak Berinvestasi di Sektor Properti Indonesia

Sektor properti di Indonesia tengah menjadi incaran berbagai negara untuk melakukan investasi. Hal ini dibuktikan dengan realisasi investasi yang sangat besar pada tahun 2022. Berdasarkan data dari Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sektor properti berada pada urutan keempat dalam hal berkontribusi terhadap realisasi investasi di Indonesia, dengan capaian nilai investasi mencapai Rp 109,4 triliun.

5 Negara Paling Banyak Berinvestasi di Sektor Properti Indonesia
Sumber foto: pexels.com

 

Investasi Asing pada Sektor Properti

Nilai investasi Rp 109,4 triliun tersebut adalah hasil dari akumulasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Dalam hal ini, PMA pada sektor perumahan, kawasan industri, dan memiliki peran besar dalam realisasi investasi pada tahun 2022, dengan nilai sebesar 3.014.604.000 Dollar AS atau setara Rp 45.116.408.624.662 (Rp 45,1 triliun).

 

5 Negara Teratas yang Berinvestasi pada Properti Indonesia

Berikut adalah 5 negara dengan realisasi investasi terbesar pada sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran di Indonesia pada tahun 2022:

 

  • China, dengan realisasi investasi sebesar 909.316.100 Dollar AS atau setara Rp 13.607.876.680.544 (Rp 13,6 triliun) dari total 58 proyek.
  • Singapura, dengan realisasi investasi sebesar 749.439.100 Dollar AS atau setara Rp 11.215.324.189.660 (Rp 11,2 triliun) dari total 353 proyek.
  • Belanda, dengan realisasi investasi sebesar 345.318.100 Dollar AS atau setara Rp 5.167.670.648.699 (Rp 5,16 triliun) dari total 91 proyek.
  • Jepang, dengan realisasi investasi sebesar 329.299.000 Dollar AS atau setara Rp 4.887.876.144.062 (Rp 4,89 triliun) dari total 78 proyek.
  • Australia, dengan realisasi investasi sebesar 239.090.000 Dollar AS atau setara Rp 3.543.066.306.989 (Rp 3,54 triliun) dari total 41 proyek.
Baca Juga:  Faktor Alasan Utama yang Mempengaruhi Harga Properti yang Terus Naik

Faktor yang Mempengaruhi Investasi pada Sektor Properti

Tidak hanya negara-negara asing yang berminat untuk berinvestasi pada sektor properti Indonesia, tetapi juga beberapa faktor yang mempengaruhi mereka untuk melakukan investasi.

Beberapa faktor tersebut antara lain: pertumbuhan ekonomi yang stabil, tingkat urbanisasi yang tinggi, dan pasokan properti yang terbatas serta permintaan yang tinggi. Selain itu, regulasi yang memudahkan proses investasi juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi minat investor asing untuk berinvestasi di sektor properti Indonesia.

Dalam kesimpulan, ada banyak faktor yang mempengaruhi minat investor asing untuk berinvestasi di sektor properti Indonesia. Kondisi ekonomi dan politik yang stabil, peningkatan ekonomi dan pertumbuhan populasi merupakan beberapa faktor yang membuat Indonesia menjadi pilihan yang menarik bagi investor.

 

Namun, untuk mempertahankan minat investor asing dan meningkatkan kualitas investasi di sektor properti, Indonesia harus terus memperkuat regulasi dan infrastruktur yang ada. Hal ini akan memastikan bahwa investasi yang dilakukan oleh investor asing dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang baik bagi perekonomian negara.

 

Sebagai akhir dari artikel ini, jika Anda tertarik untuk berinvestasi di sektor properti di Indonesia atau ingin membeli atau menjual , maka Anda dapat melakukannya melalui Rumahub.com. Platform Listing Properti ini menyediakan beragam pilihan rumah dan properti bagi Anda, dan membantu Anda dalam proses jual yang mudah dan aman. Ayo mulai berinvestasi dan temukan rumah impian Anda hari ini!

Rumahub

Rumahub

Menulis artikel panduan properti telah menjadikan misi kami untuk berbagi yang terbaru dan terbaik tentang properti, real estat, dan banyak lagi.

Baca Juga Artikel Lainnya

Iklan Properti

Rumahub Listing Property

Jual beli rumah dengan mudah bersama Rumahub. daftar dan login untuk memasang listing properti mu sekarang!

Panduan Populer

notifikasi panduan terbaru

Dapatkan update panduan properti terbaru dari langsung ke email anda

Compare listings

Compare